Pendidikan Indonesia

Kwarnas No. 174 Tahun 2012

Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka

Alexa Rank

Alexa Rank adalah sebuah situs yang beralamat di http://www.alexa.com yang menyediakan fasilitas informasi tentang rangking / peringkat suatu situs, yang didasarkan pada jumlah trafik pengunjung yang masuk ke situs tersebut. Yang mana semakin besar trafficnya maka semakin tinggi peringkat dari situs tersebut dan juga sebaliknya semakin kecil traffiknya maka semakin rendah peringkat dari situs tersebut, hal ini sangatlah perlu diketahui oleh seorang blogger yang memang ingin menjadikan blog atau situs nya sebagai lahan bisnis.

Alexa Rank mempunyai nilai peringkat dari nilai terkecil yaitu angka 1 ( satu ) sampai dengan seterusnya ( nilai berjuta-juta ) yang mana dalam perhitungan sistem di Alexa Rank apabila semakin kecil nilai Alexa Rank situs anda maka semakin bagus peringkat situs tersebut. Semakin kecil traffiknya maka semakin rendah peringkat dari situs tersebut, hal ini sangatlah perlu diketahui oleh seorang blogger yang memang ingin menjadikan blog atau situs nya sebagai lahan bisnis.

Kegiatan Internet Marketing

internet marketing atau lebih dikenal dengan pemasaran internet merupakan segala kegiatan berbasis internet yang bertujuan untuk melakukan pemasaran atasa sebuah produk  baik barang maupun jasa.

Berbeda dengan metode pemasaran konvensional yang mengharuskan terjadinya tatap muka antara penjual dan pembeli, internet marketing memanfaatkan kecanggihan dunia maya untuk melakukan transaksi di dalamnya. Pemasaran melalui internet pun tidak terbatas oleh ruang dan waktu seperti halnya pemasaran konvensional, semua kegiatan dapat dilakukan 7 hari dalam seminggu, 24 jam dalam sehari dengan ruang lingkup yang luas, sesuai perkembangan dan penyebaran internet yang begitu pesat hampir di setiap belahan dunia.

Mengingat jumlah pengguna internet yang selalu bertambah dengan pesat setiap tahunnya, internet marketing merupakan model pemasaran yang sangat menjanjikan. Dilihat dari berbagai sisi, internet marketing memiki banyak kelebihan dibandingkan dengan bisnis konvensional lainnya. Kelebihan-kelebihan tersebut meliputi tingkat kompetisi yang relatif rendah, kebebasan waktu atau time freedom, dan modal yang lebih sedikit. Tingkat kompetisi yang rendah disebabkan oleh perspektif masyarakat banyak yang masih awam atau belum paham tentang pemasaran produk lewat media internet. Untuk kebebasan waktu, didapat dari internet yang tidak mengikat, merupakan sistem yangautopilot sehingga memudahkan bekerja di manapun dan kapanpun. Selain itu, modal yang dibutuhkan dalam internet marketing juga tidak terlalu besar dan risiko yang mungkin dihasilkan tidaklah terlalu tinggi melihat banyak hal-hal yang harus dipersiapkan untuk membangun bisnis konvensional tidak diperlukan dalam pemasaran di dunia maya ini. Seiring dengan semakin besarnya pangsa pasar dan meningkatnya kebutuhan pemasaran, internet marketing memiliki beberapa bentuk yang tentu saja disertai strategi kesuksesan tersendiri. Bentuk-bentuk tersebut meliputi penjualan produk buatan sendiri dan orang lain melalui toko online serta pembuatan blog dan portal untuk meletakkan iklan produk. Dan setiap bentuk ini sebenarnya saling terkait sehingga dapat dengan mudah menghasilkan penjualan produk berupa barang ataupun jasa.

Seperti halnya bisnis konvensional, internet marketing juga membutuhkan skill, komitmen, dan juga modal. Untuk dapat sukses di bidang internet marketing, dibutuhkan langkah-langkah tersendiri, yang sebenarnya sudah mulai banyak dibicarakan orang saat ini, dan dapat juga diperoleh dengan mudah dari berbagai seminar-seminar, buku-buku bacaan, serta dari internet itu sendiri. Langkah-langkah tersebut meliputi pencarian hot market, membangun website, dan mendatangkan pengunjung ke website tersebut.

Langkah Internet marketing di blog saya adalah dengan menser banyak posting melalui banyak situs gratis seperti google +, digg, infogue, lintasme, twitter, facebook, stumbleupon, reddit, pocket.dll agar postingan diblog saya bisa di promosikan dan membuat traffic blog bisa naik.

Alamat Alexa : http://www.alexa.com/search?q=http%3A%2F%2Fhomeq.wordpress.com&r=home_home&p=bigtop

Elektronik-Kartu Tanda Penduduk

Elektronik-Kartu Tanda Penduduk

e-KTP Boleh atau Tidak Jika di Foto Copy

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama kembali melontarkan kritik terhadap pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP. Kali ini, ia mengomentari surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri yang mengatakan e-KTP tidak bisa di fotocopy karena dapat merusak chip data yang ada di dalamnya. Sebelum mendapat dukungan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang mengatakan e-KTP boleh di fotocopy, pria yang akrab disapa Ahok itu menegaskan sejak awal ia tidak sependapat dengan edaran yang dikeluarkan oleh Kemendagri.

Ahok menjelaskan, bahwa telah terjadi kesalahpahaman dalam penggunaan e-KTP. Menurutnya, berdasarkan penjelasan LIPI, chip dalam e-KTP tidak akan rusak hanya karena di fotokopi. “Ternyata fotokopy e-KTP juga boleh kok. Saya kira itu salah paham saja. Mana ada chip tidak boleh di fotokopi, karena takut rusak. Mana ada teknologi seperti itu, ya kan” katanya Ahok di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan surat edaran (SE) yang menyatakan kartu elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) tidak boleh di fotokopi, distapler dan diperlakukan buruk hingga merusak fisik kartu. Kemendagri menjelasakan larangan tersebut dilakukan agar mencegah kerusakan data di setiap kartu penduduk.

Meski terus mengelurkan penyataan yang mengkritik Kemendagri, namun Ahok mengaku tak menolak program e-KTP yang dicanangkan pemerintah pusat. Hanya saja ditegaskannya, penolakan dilakukan terhadap sistem yang dikeluarkan Kemendagri, yang mengharuskan Pemda membeli card reader e-KTP di satu perusahaan saja. “Memang aku tidak nolak e-KTP kok. Cuma yang ditolak itu kan sistemnya. Yang kita protes itu kenapa card reader e-KTP, blanko pembeliannya harus dibeli di satu perusahaan saja? Wah ini masalahnya” jelasnya.

Sebagai bukti dirinya menerima penerapan e-KTP, Ahok menjelaskan tetap akan melakukan pengadaan card reader bagi seluruh kelurahan di DKI Jakarta. “Harus itu. Kita sudah punya disemua kelurahan. Hanya masalahnya instansi yang lain kan tidak” tandasnya.

Kartu Tanda Penduduk Elektronik

Kartu Tanda Penduduk Elektronik

Apa itu e-KTP

e-KTP atau KTP Elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional. Penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup. Nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Pasal 13 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk)

Quote:
Autentikasi Kartu Identitas (e-ID) biasanya menggunakan biometrik yaitu verifikasi dan validasi sistem melalui pengenalan karakteristik fisik atau tingkah laku manusia. Ada banyak jenis pengamanan dengan cara ini, antara lain sidik jari (fingerprint), retina mata, DNA, bentuk wajah, dan bentuk gigi. Pada e-KTP, yang digunakan adalah sidik jari. Penggunaan sidik jari e-KTP lebih canggih dari yang selama ini telah diterapkan untuk SIM (Surat Izin Mengemudi). Sidik jari tidak sekedar dicetak dalam bentuk gambar (format jpeg) seperti di SIM, tetapi juga dapat dikenali melalui chip yang terpasang di kartu. Data yang disimpan di kartu tersebut telah dienkripsi dengan algoritma kriptografi tertentu. Proses pengambilan sidik jari dari penduduk sampai dapat dikenali dari chip kartu adalah sebagai berikut:

Sidik jari yang direkam dari setiap wajib KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh), tetapi yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari, yaitu jempol dan telunjuk kanan. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP karena alasan berikut:

1. Biaya paling murah, lebih ekonomis daripada biometrik yang lain
2. Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari akan kembali ke bentuk semula walaupun kulit tergores
3. Unik, tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar

Quote:
Informasi penduduk yang dicantumkan dalam e-KTP ditunjukkan pada layout kasar berikut:

Untuk mendapatkan informasi di atas dari penduduk, wajib KTP harus mengisi formulir tipe F1.01.

Selain tujuan yang hendak dicapai, manfaat e-KTP diharapkan dapat dirasakan sebagai berikut:

1. Identitas jati diri tunggal
2. Tidak dapat dipalsukan
3. Tidak dapat digandakan
4. Dapat dipakai sebagai kartu suara dalam pemilu atau pilkada

Quote:
Struktur e-KTP terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas (dilihat dari depan). Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek. Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer, tahap pembuatannya cukup banyak, diantaranya:

1. Hole punching, yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip
2. Pick and pressure, yaitu menempatkan chip di kartu
3. Implanter, yaitu pemasangan antenna (pola melingkar berulang menyerupai spiral)
4. Printing,yaitu pencetakan kartu
5. Spot welding, yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik
6. Laminating, yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman

e-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design. Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan standar internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 serta EU Passport Specification 2006. Bentuk KTP elektronik sesuai dengan ISO 7810 dengan form factor ukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60 mm.

Mengapa harus e-KTP?

Quote:
Proyek e-KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang ingin berbuat curang terhadap negara dengan menduplikasi KTP-nya. Beberapa diantaranya digunakan untuk hal-hal berikut:

1. Menghindari pajak
2. Memudahkan pembuatan paspor yang tidak dapat dibuat di seluruh kota
3. Mengamankan korupsi
4. Menyembunyikan identitas (misalnya oleh para teroris)
Quote:

Kartu identitas elektronik telah banyak digunakan di negara-negara di Eropa antara lain Austria, Belgia, Estonia, Italia, Finlandia, Serbia, Spanyol dan Swedia, di Timur Tengah yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Maroko, dan di Asia yaitu India dan China. Mendagri Gamawan Fauzi membeberkan keunggulan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang akan diterapkan di Indonesia, dibandingkan dengan e-KTP yang diterapkan di RRC dan India. Gamawan menyebut, e-KTP di Indonesia lebih komprehensif. Di RRC, Kartu e-ID tidak dilengkapi dengan biometrik atau rekaman sidik jari. Di sana, e-ID hanya dilengkapi dengan chip yang berisi data perorangan yang terbatas. Sedang di India, sistem yang digunakan untuk pengelolaan data kependudukan adalah sistem UID (unique Identification), yang di Indonesia namanya NIK (Nomor Induk Kependudukan).

“UID diterbitkan melalui register pada 68 titik pelayanan, sedangkan program KTP elektronik di Indonesia akan dilaksanakan di 6.214 kecamatan,” ujar Gamawan. “Dengan demikian, KTP elektronik yang akan diterapkan di Indonesia merupakan gabungan e-ID RRC dan UID India, karena KTP elektronik dilengkapi dengan biometrik dan chip,”

Proses Pembuatan e-KTP

Proses Pembuatan e-KTP, Kurang Lebih Sama dengan Pembuatan SIM dan Passport (tata cara, prosedur)

Proses pembuatan e- KTP (Secara Umum)
> Ambil nomor antrean
> Tunggu pemanggilan nomor antrean
> Menuju ke loket yang ditentukan
> Entry data dan foto
> Pembuatan KTP selesai

– Penduduk datang ke tempat pelayanan membawa surat panggilan

– Petugas melakukan verifikasi data penduduk dengan database

– Foto (digital)

– Tandatangan (pada alat perekam tandatangan)

– Perekaman sidik jari (pada alat perekam sidik jari) & scan retina mata

– Petugas membubuhkan TTD dan stempel pada surat panggilan yang sekaligus sebagai tandabukti bahwa penduduk telah melakukan perekaman foto tandatangan sidikjari.

– Penduduk dipersilahkan pulang untuk menunggu hasil PROSES PENCETAKAN 2 MINGGU setelah Pembuatan.

Syarat pengurusan KTP

> Berusia 17 tahun
> Menunjukkan surat pengantar dari keuchik
> Mengisi formulir F1.01 (bagi penduduk yang belum pernah mengisi/belum ada data di sistem informasi administrasi kependudukan) ditanda tangani oleh keuchik
> Foto copy Kartu Keluarga (KK)

Fungsi dan Kegunaan E-KTP

Fungsi dan kegunaan e-KTP adalah :

1. Sebagai identitas jati diri

2.Berlaku Nasional, sehingga tidak perlu lagi membuat KTP lokal untuk pengurusan izin, pembukaan rekening Bank, dan sebagainya;

3. Mencegah KTP ganda dan pemalsuan KTP; Terciptanya keakuratan data penduduk untuk mendukung program pembangunan.

Penerapan KTP berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan) telah sesuai dengan pasal 6 Perpres No.26 Tahun 2009 tentang Penerapan KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional Jo Perpres No. 35 Tahun 2010 tentang perubahan atas Perpres No. 26 Tahun 2009 yang berbunyi :

1. KTP berbasis NIK memuat kode keamanan dan rekaman elektronik sebagai alat verifikasi dan validasi data jati diri penduduk;

2. Rekaman elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi biodata, tanda tangan, pas foto, dan sidik jari tangan penduduk yang bersangkutan;

3.Rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk disimpan dalam database kependudukan;

4.  Pengambilan seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan pada saat pengajuan permohonan KTP berbasis NIK, dengan ketentuan : Untuk WNI, dilakukan di Kecamatan; dan Untuk orang asing yang memiliki izin tinggal tetap dilakukan di Instansi Pelaksana *). 5.

5. Rekaman sidik jari tangan penduduk yang dimuat dalam KTP berbasis NIK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berisi sidik jari telunjuk tangan kiri dan jari telunjuk tangan kanan penduduk yang bersangkutan;

6. Rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

7. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perekaman sidik jari diatur oleh Peraturan Menteri.

E-KTP Generasi Kedua perdana – Fasilitas E-Health

Salah satu layanan KTP elektronik atau E-KTP nantinya akan diperluas manfaatnya untuk  pelayanan kesehatan. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Marzan A. Iskandar, saat pembukaan e-Indonesia Initiatives Forum 8 di Jakarta, Rabu. Pelayanan kesehatan itu bernama program E-Health, yang rencananya akan dijalankan bersamaan dengan peluncuran E-KTP generasi kedua. Menurut Marzan, E-KTP generasi kedua nantinya akan menggunakan micro chip untuk menyimpan data pemiliknya, termasuk daftar sejarah kesehatan masyarakat. “KTP elektronik ini nantinya dapat merekam daftar dan sejarah kesehatan masyarakat, sehingga dapat memudahkan dokter yang memeriksa juga menguntungkan masyarakat pastinya,” kata Marzan. Marzan berharap agar ini dapat menjadi salah satu wahana untuk memasuki era E-Health, seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Namun untuk menjalankan program ini masih perlu beberapa hal yang harus diperhatikan. “Penyempurnaan regulasi untuk implementasi E-Health masih harus terus dilakukan, karena akan banyak pemangku kepentingan yang terkait dengan program ini,” kata Marzan.

info lebih lanjut tentang e-KTP  bisa klik tautan berikut http://www.e-ktp.com

semoga bermanfaat

Surat Keputusan Pramuka sk pramuka

05 tahun 1984 petunjuk penyelenggaraan satuan karya pramuka wanabakti

005 tahun 1989 petunjuk penyelenggaraan tanda satuan gerakan pramuka

05 tahun 2002 panduan kursus pembina profesional tingkat dasar

006/kn/72 lambang gerakan pramuka

09 tahun 1999 organisasi dan tata kerja lembaga pendidikan kader gerakan pramuka tingkat nasional

10/munas/2003 rencana strategik gerakan pramuka 2004-2009

13/kn/1978 petunjuk penyelenggaraan raimuna

018 tahun 1991 penyempurnaan petunjuk penyelenggaraan satuan karya pramuka dirgantara

18 tahun 2002 sistem pendidikan dan pelatihan anggota dewasa dalam gerakan pramuka

019 tahun 1991 petunjuk penyelenggaraan satuan karya pramuka bahari

019 tahun 1996 petunjuk pelaksanaan kecakapan pembina pramuka adi

020 tahun 1991 petunjuk penyelenggaraan satuan karya pramuka bhayangkara

022/kn/78 tahun 1978 petunjuk penyelenggaraan perkemahan wirakarya

029/kn/77 tahun 1977 petunjuk penyelenggaraan geladian pimpinan regu penggalang

031/kn/78 tahun 1978 petunjuk penyelenggaraan gladian pimpinan satuan penegak

032 tahun 1989 petunjuk penyelenggaraan satuan karya pramuka

033/kn/78 petunjuk penyelenggaraan lomba tingkat regu pramuka penggalang

036 tahun 1979 dasa darma pramuka

041 tahun 1999 penyempurnaan sistem perencanaan, pemrograman dan penganggaran gerakan pramuka

50 tahun 2003 sistem penomoran kwartir dan gugus depan

051 tahun 2003 sistem registrasi gugus depan gerakan pramuka

53 tahun 1985 petunjuk penyelenggaraan satuan karya bakti husada

055 tahun 1982 petunjuk penyelenggaraan tanda pengenal gerakan pramuka

056 tahun 1982 petunjuk penyelenggaraan karang pamitran

058 tahun 1982 petunjuk penyelenggaraan tanda kecakapan umum

059 tahun 1982 petunjuk penyelenggaraan tanda umum gerakan pramuka

60 tahun 1986 tanda pengenal nama diri

64 tahun 1997 penggolongan peserta didik berdasarkan usia

064 tahun 2001 pernyataan menarik diri dari keanggotaan wagggs(world association of girl guides and girl scouts)

65 tahun 1997 petunjuk pelaksanaan pengawasan gerakan pramuka

078 tahun 1984 petunjuk penyelenggaraan satuan karya pramuka taruna bumi

80 tahun 1997 penyeragaman nama badan pembantu/pelaksana kwartir

080 tahun 1988 pola dan mekanisme pembinaan pramuka penegak dan pandega

086 tahun 1987 petunjuk pelaksanaan pembinaan dan pengembangan gugus depan pramuka yang berpangkalan di kampus perguruan tinggi

088 tahun 1974 petunjuk penyelenggaraan syarat kecakapan umum

090 tahun 1983 petunjuk penyelenggaraan tanda kehormatan

101 tahun 1984 petunjuk penyelenggaraan pramuka garuda

109 tahun 2004 organisasi dan tata kerja kwartir nasional gerakan pramuka

127 tahun 2003 pola dasar pemantapan satuan karya pramuka

130/kn/76 tahun 1976 petunjuk penyelenggaraan pertemuan pramuka

131/kn/76 tahun 1976 petunjuk penyelenggaraan pesta siaga

132/kn/76 tahun 1976 petunjuk penyelenggaraan perkemahan besar penggalang

140 tahun 2003 kebijakan kwartir nasional gerakan pramuka tentang anggota dewasa

141 tahun 2003 panduan pembinaan dan pengembangan anggota dewasa gerakan pramuka

142 tahun 2004 panduan pelatihan dasar kewirausahaan dalam gerakan pramuka

146 tahun 2006 syarat dan gambar tanda kecakapan khusus kelompok kebhayangkaraan

166 tahun 2002 satuan karya pramuka keluarga berencana

169 tahun 1996 petunjuk penyelenggaraan korps pelatih

178 tahun 1979 petunjuk penyelenggaraan upacara di dalam gerakan pramuka

183 tahun 2006 organisasi dan tata kerja kwartir daerah gerakan pramuka

193 tahun 1998 penyesuaian petunjuk penyelenggaraan pertemuan pramuka

194 tahun 1998 penyesuaian petunjuk penyelenggaraan pesta siaga

202 tahun 1988 tanda jabatan gerakan pramuka

214 tahun 2007 petunjuk penyelenggaraan dewan kerja pramuka penegak dan pramuka pandega

220 tahun 2007 pokok-pokok organisasian gerakan pramuka

223 tahun 2007 organisasi dan tata kerja kwartir cabang gerakan pramuka

224 tahun 2007organisasi dan tata kerja kwartir ranting gerakan pramuka

225 tahun 2007 majelis pembimbing

225 tahun 2007 petunjuk penyelenggaraan majelis pembimbing gerakan pramuka

226 tahun 2007 petunjuk penyelenggaraan pakaian seragam pramuka

227 tahun 2007 kebijakan manajemen risiko dalam gerakan pramuka

229 tahun 2007 hubungan masyarakat gerakan pramuka

230 tahun 2007 pramuka peduli

231 tahun2007 petunjuk penyelenggaraan gugus depan gerakan pramuka

232 tahun 2007 tugas pokok, fungsi, wewenang dan tanggungjawab andalan nasional koordinator wilayah

273 tahun 1993 petunjuk pelaksanaan cara menilai kecakapan pramuka

scout

Masa Hindia Belanda

Organisasi kepanduan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang “Nederlandsche Padvinders Organisatie(NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi “Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging(NIPV) pada tahun 1916.

Organisasi Kepanduan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia, Javaansche Padvinders Organisatie berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun1916.

Kenyataan bahwa kepanduan itu senapas  dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya “Padvinder Muhammadiyah” yang pada 1920 berganti nama menjadi “Hizbul Wathan (HW), “Nationale Padvinderij” yang didirikan oleh Budi Utomo, Syarikat Islam mendirikan “Syarikat Islam Afdeling Padvinderij” yang kemudian diganti menjadi “Syarikat Islam Afdeling Pandu” dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietische Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia.

Hasrat bersatu bagi organisasi kepanduan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu “Persaudaraan Antara Pandu Indonesia” merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij), PK (Pandu Kebangsaan). PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938. Antara tahun 1928-1935 bermunculan gerakan kepanduan Indonesia baik yang bernapas utama kebangsaan maupun bernapas agama. kepanduan yang bernapas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernapas agama Pandu Ansor, Al WathoniHizbul Wathan, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katolik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI). Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan “All Indonesian Jamboree“. Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan “Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem” disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta.

Masa Bala Tentara Dai Nippon

Dai Nippon” ! Itulah nama yang dipakai untuk menyebut Jepang pada waktu itu. Pada masa Perang Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyerangan  dan Belanda meninggalkan Indonesia. Partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk gerakan kepanduan, dilarang berdiri . Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu, semangat  kepanduan tetap menyala di dada para anggotanya. Karena Pramuka merupakan suatu organisai yang menjungjung tinggi nilai persatuan. Oleh karena itulah bangsa jepang tidak mengijinkan Pramuka tetap lahir di bumi pertiwi.

Boden PowellMasa Republik Indonesia

Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh kepanduan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk membentuk Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentukan satu wadah organisasi kepanduan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Konggres Kesatuan Kepanduan Indonesia.

Kongres yang dilaksanakan pada tanggal 27-29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpulan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan “Janji Ikatan Sakti“, lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditetapkan dengan keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947.

Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat Indonesia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadakan api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda mengancam dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur HANTU sebagai Pandu, sebagai patriot yang membuktikan cintanya pada negara, tanah air dan bangsanya. Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu Rakyat dilarang berdiri. Keadaan ini mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM). Berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan mempertahakan kemerdekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II di Yogyakarta pada tanggal 20-22 Januari 1950. Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima konsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupakan kembali bekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indonesia bukan lagi satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia dengan keputusan Menteri PP dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahwa Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah kepanduan di Indonesia, jadi keputusan nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah.

IPINDO berhasil menjadi Anggota Kepanduan Sedunia pada tahun 1953 

IPINDO merupakan federasi bagi organisasi kepanduan putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedua federasi ini pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia. Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-10 IPINDO menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada tanggal 10-20 Agustus 1955, Jakarta.

IPINDO sebagai wadah pelaksana kegiatan kepanduan merasa perlu menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan kelestarian hidup kepanduan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Januari 1957. Seminar Tugu ini menghasilkan suatu rumusan yang diharapkan dapat dijadikan acuan bagi setiap gerakan kepanduan di Indonesia. Dengan demikian diharapkan kepramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan November 1958, Pemerintah RI, dalam hal ini Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, Bogor, Jawa Barat, dengan topik “Penasionalan Kepanduan”. Kalau Jambore untuk putera dilaksanakan di Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar untuk puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu terlaksana pada tahun 1959. Pada tahun ini juga IPINDO mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.

Kelahiran Gerakan Pramuka Indonesia

Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan yaitu :

  1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA GOOD
  2. Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah: Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
  3. Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
  4. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA.
Gerakan Pramuka Diperkenalkan

Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.

Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang. Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari. Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr. A. Aziz Saleh.

Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari. Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka.

Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.

Soal UN Bercode
Soal UN Bercode

Naskah Ujian Nasional Gunakan Bercode

DEPOK – Kualitas penyelenggaraannya Ujian Nasional (UN) tahun ini semakin ditingkatkan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi kecurangan pada peserta Ujian Nasional sekaligus memperkuat kelemahan pelaksanaan di sekolah

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud “Khairil Anwar Notodiputro” menyampaikan, Mulai Tahun Ini Naskah Soal Ujian Nasional Dengan Lembar Jawaban Tidak Terpisah.

Jika pada tahun lalu peserta didik dapat menggunakan lembar jawaban temannya karena naskah soal dan lembar jawab yang terpisah, mulai tahun ini naskah soal dengan lembar jawaban Ujian Nasional (LJUN) merupakan satu kesatuan.
Kemdikbud

Pos-pos Terbaru

Arsip

homeq